IMO :
Kita harus bisa mengetahui villain yang dimaksud itu dari sudut pandang siapa.
1. Seorang hero pasti mengambil keputusan untuk menjadi seorang hero karena ada 1 dorongan/niat/motif. Nah, contoh jika Hero itu menjadi hero karena seorang putri ditawan oleh seorang demon. Ternyata, setelah ia sampai di kastil itu, sang putri sudah menikah dan mencintai demon itu. Bahkan 1 kota sudah tahu kecuali dia. Karena merasa eksistensinya sebagai hero sudah tidak diperlukan, sang hero marah dan akhirnya berjanji akan menghancurkan 1 kota itu. Dia pun akhirnya menghancurkan kota itu hingga tak berbekas.
2. Seorang villain pura-pura menjadi hero. Setelah ia mendapat kepercayaan penduduk, ia menunjukka sosok aslinya dan akhirnya menghancurkan kota itu.
3. Nah ini yang plot twist. Seorang kapten demon sedang beristirahat. Tiba-tiba seorang gadis manusia yang cantik mendatanginya. Gadis itu meminta bantuan sang demon karena desanya diserang oleh segerombolan monster. Sang demon yang terpesona dan terpikat dengan kencantikkan gadis itu menyetujuinya dan menebas seluruh monster di desa. Ternyata, Demon King dan Monster King sudah menjalin hubungan kerja sama. Akibatnya, si Demon King berkata bahwa kapten demon harus dibunuh dan dieksekusi, dan di pihak lainnya, si Monster King juga marah karena si kapten demon membunuh pasukannya. Akhirnya si kapten demon menjadi anti-hero bagi ras Demon dan ras Monster sementara menjadi hero bagi manusia.
______________________
Training to be :
A Reviewer
A Writer
A Journalist
Epic Quote :
[20:04:54]
@ TheoAllen : jarang2 ada member yg nasionalis RMID bgt


Thread That I Support :

All of my script are made under this license
